Sabtu, 20 November 2010
TKI Indonesia
Penganiayaan TKI
307 Kasus TKI Sukabumi Tak Pernah Tuntas
Jumat, 19 November 2010 | 17:50 WIB
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Ilustrasi
SUKABUMI, KOMPAS.com — Serikat Buruh Migran Indonesia Cabang Sukabumi mengungkapkan bahwa nasib ratusan tenaga kerja Indonesia asal Sukabumi, Jawa Barat, masih terkatung-katung di negara tempatnya bekerja.
"Dari data yang kami peroleh, nasib ratusan TKI asal Sukabumi tidak jelas atau bisa dikatakan terkatung-katung di negara tempat TKI tersebut bekerja," kata Ketua DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Sukabumi Jejen Nurjanah, Jumat (19/11/2010) di Sukabumi.
Sejak 2006 sampai sekarang, lebih kurang 307 kasus masalah TKI, mulai dari gaji yang tidak dibayar, penyiksaan, hingga TKI hilang, belum tuntas.
"Oleh karena itu, kasus yang dialami para TKI untuk menuntut keadilannya masih terkatung-katung," kata Jejen.
Ia menambahkan, dari 307 kasus tersebut, hampir 75 persennya merupakan masalah gaji yang tidak dibayarkan oleh majikannya.
Jejen menyayangkan, masih banyak TKI yang mengalami kekerasan dan tidak mendapat gaji tidak melapor ke pemerintah.
"Dengan begitu, diperkirakan masih banyak TKI yang nasibnya terkatung-katung yang belum terdata oleh kami maupun Pemerintah Daerah Sukabumi," tambah Jejen.
Untuk mengantisipasi terus terulangnya permasalahan ini, pihaknya selalu bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk memberi jaminan perlindungan kepada para TKI asal Sukabumi yang berangkat bekerja ke luar negeri.
Bupati Sukabumi Sukmawijaya menegaskan, pihaknya terus berupaya agar TKI asal Kabupaten Sukabumi mendapatkan perlindungan dari Kedubes Indonesia di mana TKI tersebut bekerja.
Pihaknya juga berusaha untuk menertibkan PJTKI ilegal sehingga tidak ada lagi TKI asal Kabupaten Sukabumi yang disiksa atau tidak dibayarkan gajinya.
"Kami selalu memerhatikan nasib para TKI yang berasal dari kabupaten," tandasnya.
Belum lama ini, kasus penyiksaan menimpa Ai Siti, TKI di Arab Saudi, yang merupakan warga Kampung Ciburial RT 01 RW 03 Desa Ciambar, Ciambar, Sukabumi.
Akibat penyiksaan tersebut, ia mengalami cacat tubuh permanen.
"Dari data yang kami peroleh, nasib ratusan TKI asal Sukabumi tidak jelas atau bisa dikatakan terkatung-katung di negara tempat TKI tersebut bekerja," kata Ketua DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Sukabumi Jejen Nurjanah, Jumat (19/11/2010) di Sukabumi.
Sejak 2006 sampai sekarang, lebih kurang 307 kasus masalah TKI, mulai dari gaji yang tidak dibayar, penyiksaan, hingga TKI hilang, belum tuntas.
"Oleh karena itu, kasus yang dialami para TKI untuk menuntut keadilannya masih terkatung-katung," kata Jejen.
Ia menambahkan, dari 307 kasus tersebut, hampir 75 persennya merupakan masalah gaji yang tidak dibayarkan oleh majikannya.
Jejen menyayangkan, masih banyak TKI yang mengalami kekerasan dan tidak mendapat gaji tidak melapor ke pemerintah.
"Dengan begitu, diperkirakan masih banyak TKI yang nasibnya terkatung-katung yang belum terdata oleh kami maupun Pemerintah Daerah Sukabumi," tambah Jejen.
Untuk mengantisipasi terus terulangnya permasalahan ini, pihaknya selalu bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk memberi jaminan perlindungan kepada para TKI asal Sukabumi yang berangkat bekerja ke luar negeri.
Bupati Sukabumi Sukmawijaya menegaskan, pihaknya terus berupaya agar TKI asal Kabupaten Sukabumi mendapatkan perlindungan dari Kedubes Indonesia di mana TKI tersebut bekerja.
Pihaknya juga berusaha untuk menertibkan PJTKI ilegal sehingga tidak ada lagi TKI asal Kabupaten Sukabumi yang disiksa atau tidak dibayarkan gajinya.
"Kami selalu memerhatikan nasib para TKI yang berasal dari kabupaten," tandasnya.
Belum lama ini, kasus penyiksaan menimpa Ai Siti, TKI di Arab Saudi, yang merupakan warga Kampung Ciburial RT 01 RW 03 Desa Ciambar, Ciambar, Sukabumi.
Akibat penyiksaan tersebut, ia mengalami cacat tubuh permanen.
Ariel Peterpen
Fokus Kasus Ariel, Luna Maya Tunda Luncurkan Buku
Sabtu, 13 November 2010 - 16:57 wib
Johan Sompotan - Okezone
Luna Maya tunda luncurkan buku. (Foto: Dewi Arta)
JAKARTA - Mantan bintang Lux, Luna Maya berencana akan meluncurkan buku biografinya. Sayang, Luna menunda peluncuran bukunya karena kasus video mesum yang melibatkan dirinya dan vokalis grup band ex Peterpan masih bergulir.
"Luna meminta pada saya agar bukunya tersebut ditunda sebab masih pengen fokus pada kasusnya Ariel," kata Albertine Endah saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Jumat (12/11/2010).
Albertine tak bisa memastikan kapan buku mantan presenter Dahsyat ini akan kembali digarap.
"Saya tidak bisa memastikan kapan buku Luna kembali saya kerjakan, mungkin setelah kasusnya selesai bukunya akan diteruskan," paparnya.
Untuk diketahui, Albertine Endah dipilih Luna untuk menuliskan buku yang berisi tentang perjalanan hidupnya. (nsa)(uky)
"Luna meminta pada saya agar bukunya tersebut ditunda sebab masih pengen fokus pada kasusnya Ariel," kata Albertine Endah saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Jumat (12/11/2010).
Albertine tak bisa memastikan kapan buku mantan presenter Dahsyat ini akan kembali digarap.
"Saya tidak bisa memastikan kapan buku Luna kembali saya kerjakan, mungkin setelah kasusnya selesai bukunya akan diteruskan," paparnya.
Untuk diketahui, Albertine Endah dipilih Luna untuk menuliskan buku yang berisi tentang perjalanan hidupnya. (nsa)(uky)
Jumat, 19 November 2010
politik
Satgas Akan Kembali Korek Keterangan Gayus
Politikindonesia - Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum kembali akan memanggil terdakwa kasus mafia hukum dan pajak, Gayus Halomoan Tambunan. Pemeriksaan ini terkait kasus keluyurannya Gayus dari Rumah Tahanan Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok beberapa waktu lalu. Satgas ingin mengungkap motif dibalik pelesirannya Gayus ke Bali.
Rencana pemeriksaan atas Gayus itu diungkapkan oleh Anggota Satgas Mas Ahmad Santosa di Komplek DPR/MPR/DPD, Jumat (19/11). “Sudah direncanakan ada. Pokoknya semua pihak, termasuk yang Anda sebut namanya akan dimintai keterangan," ungkapnya.
Akan tetapi, pria yang akrab disapa Ota ini, enggan menyebutkan substansi yang akan ditelusuri Satgas dari keterangan Gayus nanti. "Itu rahasialah," katanya.
Begitu pula soal hasil investigasi Satgas di Bali terkait keluarnya Gayus dengan mudah dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok dan pergi ke Bali bersama keluarganya, Ota enggan berkomentar.
Ota berjanji akan menepati janjinya mengungkapkan hasil investigasi pada tiga hari ke depan. Dia mengatakan Satgas tidak akan terjebak dalam spekulasi mengenai pertemuan Gayus dengan salah satu petinggi Partai Golkar di Bali.
"Kami tidak mau terjebak dengan spekulasi itu, sebab kalau belum apa-apa sudah ada sugesti terhadap orang-orang tertentu, kita nanti dalam penggalian informasi tidak jernih, tidak jujur, tidak obyektif. Tapi siapa pun yang bertemu dengan Gayus akan kita gali. Tidak hanya berfokus pada orang-orang tertentu," tandasnya.
(nit/yk)
Rencana pemeriksaan atas Gayus itu diungkapkan oleh Anggota Satgas Mas Ahmad Santosa di Komplek DPR/MPR/DPD, Jumat (19/11). “Sudah direncanakan ada. Pokoknya semua pihak, termasuk yang Anda sebut namanya akan dimintai keterangan," ungkapnya.
Akan tetapi, pria yang akrab disapa Ota ini, enggan menyebutkan substansi yang akan ditelusuri Satgas dari keterangan Gayus nanti. "Itu rahasialah," katanya.
Begitu pula soal hasil investigasi Satgas di Bali terkait keluarnya Gayus dengan mudah dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok dan pergi ke Bali bersama keluarganya, Ota enggan berkomentar.
Ota berjanji akan menepati janjinya mengungkapkan hasil investigasi pada tiga hari ke depan. Dia mengatakan Satgas tidak akan terjebak dalam spekulasi mengenai pertemuan Gayus dengan salah satu petinggi Partai Golkar di Bali.
"Kami tidak mau terjebak dengan spekulasi itu, sebab kalau belum apa-apa sudah ada sugesti terhadap orang-orang tertentu, kita nanti dalam penggalian informasi tidak jernih, tidak jujur, tidak obyektif. Tapi siapa pun yang bertemu dengan Gayus akan kita gali. Tidak hanya berfokus pada orang-orang tertentu," tandasnya.
Langganan:
Komentar (Atom)

